Peristiwa beberapa waktu lalu yang berimbas mundurnya sebagian perangkat Desa Ngebruk dan termuat di media massa benar-benar membuat penilaian terhadap Desa Ngebruk menjadi Negatif.
Tapi di balik semua itu sekarang masyarakat ngebruk benar benar bersatu dan bergerak bersama membangun serta menghidupkan kampung halamannya.
Ketiadaan perangkat desa membuat masyarakat saling berbagi tugas mengurus desanya.
Kepercayaan masyarakat semakin besar karena semua saling terbuka dan transparan,semua urusan di lakukan melalui musyawarah untuk mengambil keputusan.
Peningkatan penerimaan dan pembayaran pajak semakin meningkat menjadi 65% dikarenakan kepercayaan masyarakat besar,itupun karena yang mengurus adalah warga sendiri.
Ngebruk sekarang ini seperti sedang menata ulang desanya,masyarakat yang menjadi agen perubahannya.
Tentu ini menjadi sangat luar biasa dan patut di apresiasi.
Kebulatan tekad mereka untuk membangun desanya dengan semangat kebersamaan dan desa yang bersih dari ketidak adilan,korupsi.
Masyarakat menjadi pengawas,pelaku bahkan sementara ini bergerak bersama menjadi Perangkat.
Di bawah ini adalah giat masyarakat dalam kebersamaannya menata desanya kembali.
PROGRESS KEGIATAN MASYARAKAT DESA NGEBRUK per 1 NOV-29 Desember 2025
Antusias warga masyarakat untuk berkegiatan dalam 2 bulan setelah mundurnya 7 perangkat dan 3 BPD:
1.Adanya kerja bakti setiap hari minggu di lingkungan RW masing2
2.Swadaya pembangunan fisik atap dan paving halaman mushola kampung RW. 5
3.Swadaya perbaikan jalan yang membahayakan pengendara sepeda motor di RW 2
4.Gotong Royong jalan raya yang longsor di daerah persawahan ngebruk-sumbersari
5.Gotong royong jalan berlubang di jalan raya menuju ketitang
6.Gotong royong di jalan tanah yang licin menuju TPA
7.Naiknya posisi pembayaran PBB setelah dipegang RT yang selama ini selalu terbawah di Kecamatan Poncokusumo
8.Pembelian tanah yang terdapat sumber air untuk menambah volume air yang masuk persawahan ngebruk dari hasil pembayaran air bersih warga
9.Gotong royong yang melibatkan seluruh warga desa laki-laki untuk membersihkan sungai sepanjang 4 km untuk kelancaran irigasi persawahan dengan mengundang muspika kec. poncokusumo
10.Pembenahan Balai Desa yang sebelumnya sudah rapuh rangka atapnya dengan biaya yang diambilkan dari iuran warga untuk air bersih
11.Perombakan RT/RW di semua wilayah Ngebruk
12.Penanaman 100 pohon tabepuya bersama Bhawikarsu SMA 3 Malang di jalan-jalan utama desa
13.Gotong royong Pembersihan, Penataan Lintasan air dan Penghijauan di daerah sumber air sumbangan Polsek Poncokusumo
14.Penanaman 100 pohon trembesi pemberian Koramil Poncokusumo sepanjang aliran sungai sebagai tanaman penahan tanah sekaligus untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak
15.Pembenahan dan pembersihan Punden Desa oleh pemuda dengan dana swadaya
Semua di atas membuktikan sebenarnya masyarakat memiliki peran besar dalam proses membangun desanya,asal diberi kepercayaan. Memang terkadang setiap peristiwa senantiasa membawa hikmah baik. Jika masyarakat sudah berdaulat maka tak ada yang tidak mungkin. Ngebruk tidak hilang,Ngebruk sedang menata ulang dirinya. Ngebruk tidak mati,Ngebruk masih hidup dan bangkit menjadi lebih baik.
Salam Perubahan

