JABUNG, MALANG – BJBfest 2026 kembali menghadirkan daya tarik khas yang selalu dinanti bazaar gastronomi ala Busu Jaman Biyen. Bukan sekadar festival kuliner biasa, seluruh ruas jalan Dusun Busu disulap menjadi ruang makan terbuka yang hangat, akrab, dan sarat nuansa tradisi.
Dalam konferensi pers di Balaidusun Busu, Kamis (2/4/2026), Penanggung Jawab Festival, Kusnadi, menegaskan bahwa konsep gastronomi tahun ini tetap setia pada akar yang telah dibangun sejak 2017. Warga membuka lapak langsung di halaman rumah masing-masing, menyajikan masakan tradisional hasil olahan sendiri—dari dapur sederhana yang menyimpan resep turun-temurun.
| Makan Tradisional Busu Ludruk Organik 1 |
Kusnadi juga mengingat kembali masa awal festival yang dulu dikenal sebagai “Tempo Dulu-an”. Saat itu, warga dengan sukarela menyuguhkan hidangan tradisional secara gratis kepada setiap pengunjung.
“Dulu hanya berlangsung satu hari, dan semua makanan dibagikan gratis. Dari situlah Busu mulai dikenal luas,” ujarnya.
Kini, meski BJBfest telah berkembang menjadi festival tiga hari pada 10–12 April 2026, semangat berbagi tetap menjadi ruh utama. Warga tidak hanya berdagang, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner khas lereng Gunung Jabung yang penuh cerita dan identitas lokal.
Untuk memperkuat nuansa tempo dulu, area bazaar akan dihiasi pencahayaan tradisional seperti obor dan lampu petromax. Suasana temaram ini menciptakan pengalaman yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lampau, menikmati hidangan hangat di teras rumah warga dengan keramahan khas desa.
| Graji Kayu Tradsional di Busu Ludruk Organik 1 |
Ragam kuliner yang ditawarkan pun berakar pada hasil bumi lokal, mulai dari masakan rumahan hingga jajanan tradisional yang kini semakin jarang ditemui di perkotaan. Semua disajikan secara alami, sejalan dengan semangat “organik” yang juga tercermin dalam ikon festival, Ludruk Organik.
Sesepuh Dusun Busu, Junaedi, menyebut bazaar ini sebagai wujud nyata gotong royong warga. Persiapan dilakukan bersama, memperkuat hubungan sosial sekaligus menghadirkan pengalaman terbaik bagi para tamu yang datang dari berbagai daerah.
| Gambaran Kakus Jaman Dulu Ludruk Organik 1 |
Lebih dari itu, bazaar gastronomi ini juga menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan potensi ribuan pengunjung, perputaran ekonomi di tingkat warga diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat pasca-pandemi.
BJBfest 2026 menegaskan bahwa gastronomi bukan sekadar urusan cita rasa, melainkan juga tentang warisan budaya, cerita hidup, dan kehangatan yang lahir dari halaman rumah warga.
