Jabung, Kabupaten Malang – Kabar perpindahan tugas Camat Jabung, Taufik Nurahman, S.STP., M.AP, menyisakan kesan mendalam bagi masyarakat. Sosok yang dikenal dekat dengan warga ini bukan hanya menjalankan fungsi pemerintahan, tetapi juga menghadirkan ruang-ruang dialog yang hidup melalui inovasi bertajuk SIBACA JABUNG (Sinau Bareng Camat lan Jagongan Bungah).
Program SIBACA yang selama ini menjadi ciri khas kepemimpinan di Kecamatan Jabung sejatinya lahir dari gagasan Presiden Republik Gubuk, yang kemudian diinisiasi dan dikembangkan langsung oleh Taufik Nurahman menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat. Melalui sentuhan kepemimpinannya, SIBACA tumbuh bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang kebersamaan yang mempertemukan pemerintah dengan warga dalam suasana hangat dan setara.
“Pemerintah harus hadir bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga lewat kedekatan dan kemauan untuk mendengarkan,” ungkap Taufik dalam salah satu forum SIBACA di Desa Sukolilo yang turut dihadiri komunitas Republik Gubuk Jabung dan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya.
Mengusung konsep jagongan santai ditemani kopi, SIBACA mampu mencairkan sekat antara pemerintah dan masyarakat. Warga dari berbagai latar belakang—tokoh desa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga mahasiswa—diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, hingga harapan secara terbuka.
Lebih dari itu, SIBACA juga mendorong lahirnya kolaborasi nyata antar elemen masyarakat. Program ini sejalan dengan semangat One Village, One Product – One Village, One Destination, yang menitikberatkan pada penguatan potensi lokal sebagai fondasi kemandirian desa.
Pemerintah Kecamatan Jabung bahkan telah merancang keberlanjutan program ini melalui digitalisasi kegiatan, publikasi hasil diskusi sebagai referensi kebijakan, hingga pembentukan jejaring desa inspiratif berbasis praktik baik.
Dengan tagline “Sinau bareng, guyub rukun, mbangun Jabung!”, SIBACA menjelma menjadi lebih dari sekadar program—ia adalah gerakan kolektif yang mencerminkan wajah pemerintahan yang inklusif, partisipatif, dan membumi.
Kini, di tengah perpindahan tugas Taufik Nurahman, masyarakat Jabung tidak hanya melepas seorang camat, tetapi juga sosok penggerak yang telah menanamkan semangat kebersamaan. Jejak SIBACA yang ditinggalkan diharapkan terus hidup dan berkembang, menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kedekatan antara pemerintah dan rakyat.
Kepergian ini mungkin menjadi akhir dari satu masa, namun gagasan dan nilai yang telah ditanamkan akan tetap tinggal—tumbuh bersama masyarakat Jabung.
